Analisis Tingkat Literasi Kimia Nominal Siswa pada Materi Asam Basa di Sma Negeri 5 Palu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kimia nominal siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 5 Palu pada materi asam–basa. Literasi kimia nominal merupakan kemampuan dasar siswa dalam mengenali istilah, simbol, dan konsep kimia sederhana yang menjadi fondasi bagi pengembangan literasi kimia pada tingkat yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian terdiri atas 271 siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 5 Palu tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes literasi kimia nominal berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang mencakup lima topik, yaitu teori asam–basa, identifikasi asam–basa, pH dan indikator, reaksi kimia asam–basa, serta sifat khusus larutan dan air. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase dan kategori tingkat literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi kimia nominal siswa masih tergolong rendah, dengan 57,2% siswa berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Topik teori asam–basa memperoleh rata-rata persentase terendah sebesar 39,03% dengan kategori sangat rendah, sedangkan topik sifat khusus larutan dan air memperoleh hasil tertinggi sebesar 59,07% dengan kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar asam–basa secara konseptual dan cenderung mengandalkan hafalan. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis literasi untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa.
Downloads
References
Afina, N. (2021). Pengukuran literasi nominal siswa melalui instrumen tes kimia berbasis fenomena. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(2), 85–93.
Andayani, Y., Rahmawati, A., & Sari, D. P. (2020). Analisis pemahaman konsep asam basa siswa SMA pada pembelajaran kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 14(1), 2456–2465.
Aryani, R., Putri, A. D., & Nugroho, F. (2022). Profil literasi kimia siswa SMA pada materi asam basa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(3), 415–424.
Burhanuddin, B., Wahyuni, S., & Fitriyani, F. (2023). Hierarki literasi kimia siswa dalam pembelajaran kimia abad 21. Jurnal Pendidikan Kimia, 15(2), 112–121.
Devetak, I., & Glažar, S. A. (2010). Assessing 16-year-old students’ understanding of acids and bases concepts. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 6(4), 273–284. https://doi.org/10.12973/ejmste/75244
Devi, N. (2023). Pengembangan instrumen tes literasi kimia nominal pada materi asam basa. Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia, 9(1), 55–64.
Diyanah, N., Kurniawan, A., & Lestari, R. (2022). Strategi pembelajaran kimia berbasis literasi untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(2), 201–210.
Fibonacci, A., Hasanah, U., & Pratama, R. (2020). Kesulitan siswa dalam memahami konsep asam kuat dan basa kuat pada pembelajaran kimia SMA. Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha, 4(1), 34–41.
Fitriyani, F., Shwartz, Y., & Sudarmin, S. (2020). Kajian literasi kimia siswa dalam pembelajaran kimia kontekstual. Jurnal Pendidikan Sains, 8(3), 187–196.
Fitriyani, F., Sudarmin, S., & Rahayu, S. (2022). Analisis literasi kimia nominal siswa SMA pada materi larutan asam basa. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 6(1), 25–34.
Gilbert, J. K., Bulte, A. M. W., & Pilot, A. (2006). Context-based chemistry education. International Journal of Science Education, 28(9), 957–976. https://doi.org/10.1080/09500690600702491
Imansari, M., Suryadharma, I. B., & Widodo, A. (2021). Development of chemistry literacy assessment instrument for senior high school students. Journal of Science Learning, 4(3), 215–223.
Mellyzar, M., Ismail, I., & Nurhayati, N. (2022). Literasi kimia dalam pembelajaran abad 21: Tantangan dan implementasi pada materi asam basa. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 6(2), 98–107.
OECD. (2018). PISA 2018 assessment and analytical framework. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en
Rahayu, S., Wiyarsi, A., & Nurhadi, M. (2023). Analisis literasi sains dan literasi kimia siswa SMA di Indonesia. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 12(1), 44–53.
Sari, N., Andriani, D., & Putra, R. (2024). Literasi kimia nominal sebagai fondasi pembelajaran kimia di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Kimia, 16(1), 15–24.
Shwartz, Y., Ben-Zvi, R., & Hofstein, A. (2005). The importance of involving high-school chemistry teachers in the process of defining the operational meaning of ‘chemical literacy’. International Journal of Science Education, 27(3), 323–344. https://doi.org/10.1080/0950069042000266191
Shwartz, Y., Ben-Zvi, R., & Hofstein, A. (2006). Chemical literacy: What does this mean to scientists and school teachers? Journal of Chemical Education, 83(10), 1557–1561. https://doi.org/10.1021/ed083p1557
Wiyarsi, A., Sutrisno, S., & Rohaeti, E. (2020). Pengembangan pembelajaran praktikum asam basa berbasis literasi kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 14(2), 2567–2575.
Wirama, I. G. N. (2022). Analisis kemampuan literasi kimia siswa SMA pada materi kimia dasar. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 5(3), 144–152.
Published
Indexing Check
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Reski Amelia, Magfirah Magfirah, Ijirana Ijirana, Detris Poba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


