Invisible Father dan Pembentukan Konsep Diri Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi pada Keluarga Berbudaya Patriarkis Madura

Authors

  • Vetty Tamrifatus Sholihah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Suyadi Suyadi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Ria Astuti Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Madura, Indonesia
  • Tiara Amalia anajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37985/jer.v7i2.3603

Keywords:

Invisible Father Budaya Patriarkis Madura Konsep Diri Anak Usia Dini

Abstract

Ayah yang hadir secara fisik tetapi absen secara emosional, atau dikenal sebagai invisible father, merupakan fenomena yang belum banyak diteliti pada keluarga utuh berbudaya Madura. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan faktor penyebab invisible father, dimensi yang mempertahankan kondisi tersebut, serta dampaknya terhadap pembentukan konsep diri anak usia dini pada keluarga di Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi kualitatif dengan melibatkan empat keluarga sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan dewasa, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa invisible father terbentuk dari enam faktor berlapis, yaitu tuntutan pekerjaan, pola kerja yang tidak selaras ritme anak, nilai budaya patriarkis bhuppa’-bhabhu’-ghuru-rato, warisan pola asuh antargenerasi, ketidaknyamanan ekspresi emosi, serta konstruksi peran gender yang tidak seimbang. Kondisi tersebut bertahan melalui empat dimensi yang saling mengunci dan berdampak nyata pada kelima dimensi konsep diri anak secara bersamaan, yaitu konsep diri fisik, psikologis, sosial, emosional, dan prestasi. Kajian ini merekomendasikan program parenting berbasis komunitas yang secara khusus melibatkan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bowlby, J. (2008). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. Basic books.

Cooley, C. H. (1922). Human nature and the social order. Scribner.

Diniz, E., Brandão, T., Monteiro, L., & Veríssimo, M. (2021). Father involvement during early childhood: A systematic review of the literature. Journal of Family Theory & Review, 13(1), 77–99. Retrieved from https://doi.org/10.1111/jftr.12410

Fadilah, S. S. A. (2024). Analisis Faktor Pembentuk Konsep Diri Anak Pasca Perceraian. Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 94–102.

Flouri, E. (2005). Fathering and child outcomes. John Wiley & Sons.

Grossmann, K., Grossmann, K. E., Fremmer‐Bombik, E., Kindler, H., Scheuerer‐Englisch, H., & Zimmermann, and P. (2002). The uniqueness of the child–father attachment relationship: Fathers’ sensitive and challenging play as a pivotal variable in a 16‐year longitudinal study. Social Development, 11(3), 301–337.

Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Karyono, K. (2011). Peran ayah dalam pengasuhan anak. Jurnal Psikologi, 9(1).

Islamiah, N., Breinholst, S., Walczak, M. A., & Esbjørn, B. H. (2023). The role of fathers in children’s emotion regulation development: A systematic review. Infant and Child Development, 32(2), e2397.

Lakhani, S., & Nadeem, S. (2017). Effects of father’s absence on child growth and development during early years. JECCE, 1.

Lamb, M. E. (2004). The role of the father in child development. John Wiley & Sons.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1988). Criteria for Assessing Naturalistic Inquiries as Reports.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook.

Moleong, L. J., & Moleong, L. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya. PT. Remaja Rosda Karya.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. sage.

Rahmat, F. O. (2024). Mencabut benalu dalam ziarah masa silam: Koreografi sebagai representasi pengalaman pemutusan warisan traumatik pada kekerasan pola asuh orang tua. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Söderström, K., & Skårderud, F. (2013). The good, the bad, and the invisible father: A phenomenological study of fatherhood in men with substance use disorder. Fathering: A Journal of Theory, Research & Practice about Men as Fathers, 11(1).

Sugiyono, & Kuantitatif, P. P. (2016). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Wiyata, A. L. (2013). Mencari Madura. Bidik-Phronesis Publishing.

Downloads

Published

19-05-2026

How to Cite

Sholihah, V. T., Suyadi, S., Astuti, R., & Amalia, T. (2026). Invisible Father dan Pembentukan Konsep Diri Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi pada Keluarga Berbudaya Patriarkis Madura. Journal of Education Research, 7(2), 525–536. https://doi.org/10.37985/jer.v7i2.3603

Issue

Section

Articles

Categories