Istilah Ikonik dalam Kesenian Ludruk di Jawa Timur: Studi Leksikografi Berbasis Wordnet
DOI:
https://doi.org/10.37985/jer.v7i2.3504Keywords:
Ludruk, Komputasi, LeksikografiAbstract
Ludruk merupakan kesenian asal Provinsi Jawa Timur yang identik dengan penggunaan bahasa daerah yang khas. Utamanya, bahasa Jawa yang ikonik merepresentasikan sosiokultural masyarakat Jawa Timur. Kesenian ludruk menjadi objek yang penting untuk diteliti, terutama pada tataran penggunaan bahasa atau aspek linguistik. Tujuan penelitian ini untuk mencari, menemukan, dan mendeskripsikan lema atau istilah ikonik yang terdapat pada kesenian ludruk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik studi pustaka dan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi atau pengamatan, wawancara, simak, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lema atau istilah ikonik dalam kesenian ludruk dapat dikategorisasikan berdasarkan peranan dan tokoh, jenis lawakan komedi, musik dan iringan tradisional, panggung dan perlengkapan, struktur lakon dan alur cerita, persiapan dan produksi pertunjukan, aktivitas dan istilah umum, suara, kidungan, dan vokal, serta transaksi dan hubungan sosial dalam kesenian ludruk.
Downloads
References
Anggraini, S. D. & Wahyudi, A. (2017). Tataran Fonologi Kidungan Dalam Kesenian Ludruk, Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Rekonstruksi Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Karakter, STKIP PGRI Jombang, 3(1), 2107-2126.
Bird, S., & Simons, G. (2003). "Seven dimensions of portability for language documentation and description." Language, 557–582.
Gella, S., Camacho-Collados, J., Pilehvar, M. T., & Navigli, R. (2016). "A corpus-based multilingual evaluation framework for semantic modeling of morphologically rich languages." LREC.
Ilham M. & Dwinata R. R. (2023). Leksikografi: Pemertahanan Bahasa Tidung Melalui Penyusunan Kamus Ekologi. Jurnal AKSARA, 9(3), 1779-1790.
Mulder, N. (2001). Mistisisme Jawa: Ideologi dalam Kebudayaan. Yogyakarta: LKIS.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia. Jakarta: Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan.
Supriyanto, H. (2018). Ludruk Jawa Timur Dalam Pusaran Zaman. Malang: Beranda.
Sutisna, D. (2016). Komputasi Linguistik untuk Penyusunan Kamus Daerah: Studi Kasus Bahasa Sunda, Prosiding Seminar Leksikografi: Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia, Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 73-85.
Syahfitri, D. dan Arianto. (2020). Leksikografi: Ejaan dan Peristilahan. Sumatera Utara: Bircu Publishing.
Sunaryo, A. (2001). Pedoman Penyusunan Kamus Bahasa Daerah. Jakarta: Pusat Bahasa.
Yendra. (2016). Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik). Yogyakarta: Deepublish.
Zaini, M. (2015). Seni Teater, Pembelajaran dan Pelatihan Teater. Yogyakarta: Frame Publishing.
Downloads
Published
Indexing Check
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Anton Wahyudi, Mu'minin Mu'minin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.Â
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


